Serang, Banten – Di usia yang masih sangat muda, Romi, 16 tahun, telah menjalani perjalanan panjang menghadapi penyakit yang dideritanya. Sejak berusia empat tahun, Romi telah didiagnosis mengalami leukemia atau kanker darah.
Warga Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten, itu hingga kini masih harus menjalani perawatan dan transfusi darah secara rutin. Setiap satu minggu sekali, transfusi menjadi bagian dari kesehariannya untuk membantu menjaga kondisi tubuhnya.
Bagi Romi dan keluarganya, menjalani pengobatan dalam waktu yang begitu panjang tentu bukan perkara mudah. Ada hari-hari ketika tubuh Romi terasa lemas dan tidak bertenaga, terutama ketika ia membutuhkan transfusi darah.
Di balik perjuangan tersebut, ada sosok ayah, Bapak Jamjuri, yang terus mendampingi putranya. Selama bertahun-tahun, keluarga berusaha memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang pengobatan Romi.
Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Dari seorang anak berusia empat tahun hingga kini menginjak usia remaja, Romi tumbuh bersama rutinitas pengobatan yang harus dijalaninya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan kesehatan menjadi salah satu beban yang harus terus dihadapi keluarga. Karena itu, kepedulian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi Romi dan keluarganya.

Pada Jumat (18/9/2026), Dompet Dhuafa Banten hadir memberikan bantuan biaya kesehatan untuk membantu meringankan kebutuhan pengobatan Romi.
Bantuan tersebut mungkin belum dapat menjawab seluruh kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun, kehadiran dan kepedulian dari para donatur menjadi bentuk dukungan bagi Romi dan keluarga agar mereka tidak merasa sendiri dalam menjalani perjuangan panjang ini.
Bagi sebuah keluarga yang telah bertahun-tahun mendampingi anak menjalani pengobatan, setiap bantuan memiliki arti. Bukan hanya tentang nominal yang diberikan, tetapi juga tentang harapan bahwa masih ada orang-orang yang peduli dan bersedia berjalan bersama mereka.
Dompet Dhuafa Banten terus berupaya menyalurkan amanah para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang menghadapi kondisi kesehatan dan keterbatasan ekonomi.
Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan kesehatan Romi serta menjadi penyemangat bagi Romi dan keluarganya untuk terus menjalani setiap proses pengobatan.
Dua belas tahun telah dilalui. Perjalanan Romi mungkin belum selesai, tetapi kepedulian kita dapat menjadi bagian dari kekuatan yang menemani langkahnya.
Mari terus hadir untuk saudara-saudara yang membutuhkan. Karena di balik setiap bantuan, ada harapan yang sedang diperjuangkan.





